Terbaring di sebuah rumah sakit, seorang pria sekarat tergopoh-gopoh menggapai dan membuat gerakan seolah-olah ada sesuatu yang akan ia katakan kepada pendo’a disampingnya. Sang pendo’a, mencoba mengamati dan pelan-pelan bertanya :
“Adakah sesuatu yang ingin anda katakan ?”. Pria itu mengangguk menegaskan, pendo’a itu segera memberikan secarik kertas dan pulpen yang tak lepas dari genggamannya, kemudian berkata : “Saya tahu anda tidak mampu berbicara, tapi tulislah disini apa yang ingin anda utarakan dan akan saya berikan kepada istri anda, saya berjanji tidak akan membacanya”.
Dengan sisa-sisa kekuatannya, pria itu menuliskan pesan terakhirnya dan memberikannya kepada sang pendo’a, tak lama kemudian iapun meninggal dunia. Setelah memimpin ritual pemakaman, pendo’a itu mendekati istri almarhum. Kemudian diberikannya catatan terakhir suaminya dan berkata, “Tepat sebelum suami yang anda cintai meninggal dunia, ia menuliskan pesan terakhir ini untukmu”. Dengan bergelimang air mata, sang istri membaca pesan yang ditinggalkan suaminya, yang berbunyi:
“SALURAN OKSIGENNYA JANGAN DIINJAK, DONG!!!!!!!”












hahahahaha Luchuuuu…..
wLapun bLoem kku bca
g’ adh kt” Laen aph,??
mkk insprsi org ajj.
kikikikikikk
oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
gjL.!